Berawal Budak dan Selanjutnya Menjadi Ulama Besar

Dalam Islam, budak memiliki hak yang sama dengan orang yang mandiri dalam pendidikan. Meski berstatus budak, dia tidak dilarang mengejar ilmu. Nyatanya, banyak budak menjadi ulama hebat dan menjadi guru mandiri. Cerita ini diambil dari buku tematik sekolah dasar. Nah, siapakah hamba yang telah menjadi ulama besar? Inilah beberapa di antaranya. Pada masa tabi’in, muncul ulama dari orang-orang yang berstatus budak. Di antara para ulama tersebut adalah:

Mujahid

Mujahid adalah seorang imam berkulit gelap di antara mufassirin, hamba Sa’ib bin Abi Sa’ib Al Makhzumi. Mujahid belajar banyak dari Alquran dan yurisprudensi dari Ibn Abbas Radhiyallahu`nhu. Mujahid pernah berkata, “Saya telah melafalkan Alquran di hadapan Ibn Abbas 30 kali, setiap ayat saya tanyakan kepadanya karena garis keturunan dan bagaimana.”

Karena ilmu tafsirnya, Sufyan Ats Stauri pun bersabda: “Ambil tafsir dari empat orang: Mujahid, Sa`id bin Jubair, Ikrimah dan Dhahhak”.

Al A`masy juga pernah berkata: “Mujahid itu seperti kuli angkut, tapi kalau dia bicara seperti keluar mutiara dari mulutnya.”

Abu Nu’aim menyatakan bahwa Imam Mujahid wafat pada tahun 102 ketika dia sujud.

Abu Aliyah juga seorang ulama mufassir di antara tabi’in, seorang abdi perempuan dari Bani Riyah. Dia hidup di masa Rasulullah ﷺ ketika dia masih muda, kemudian masuk Islam pada masa Abu Bakar Ash Shiddiq.

Abu Aliyah Aliyah menghafal Alquran dan mengajar qiraat ke Ubai bin Ka’b. Dan dia pernah berkata, “Biarlah kamu mempelajari Alquran lima ayat, lima ayat, karena lebih mudah bagimu untuk menyimpannya, karena Jibril telah menurunkan lima ayat.

Ikrimah

Ikrimah adalah seorang ulama tafsir dan faqih di masa tabi’in. Ikrimah tidak berasal dari orang Arab, tetapi dari orang barbar. Ada yang mengatakan bahwa Ikrimah adalah hamba Hishin bin Abu Al Hurr Al Anbari, yang diberikan kepada Ibn Abbas.

Ikrimah memperoleh ilmu Alquran dan ilmu hukum dari Ibnu Abbas, dimana ia pernah berkata: “Ibnu Abbas mengikat kakiku dengan tali, agar aku belajar Alquran dan Sunnah”. Ikrimah juga diperintahkan oleh Ibn Abbas untuk mengeluarkan fatwa, di mana dia berkata: “Saya belajar selama empat puluh tahun, saya memiliki fatwa di depan pintu, sedangkan Ibn Abbas ada di rumah.

Meskipun menjadi seorang ulama yang hebat, dia belum merdeka sampai kematian Ibn Abbas. Akhirnya putra Ibnu Abbas Ali bin Abdillah menjualnya kepada Khalid bin Yazid bin Mu’awiyah seharga empat ribu dinar. Akhirnya Ikrimah berkata kepada Ali bin Abdillah: “Tidak ada yang baik dalam dirimu, apakah kamu menjual ilmu ayahmu seharga empat ribu dinar?” Terakhir, Ali bin Abdillah meminta jual beli dibatalkan dan Ikrimah dibebaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *